"Rembuk Stunting Desa Paya Trenggadeng menyatukan seluruh unsur desa dan kecamatan untuk menyelaraskan anggaran dan aksi nyata penurunan stunting, melalui program prioritas seperti pemberian makanan tambahan, pelatihan kader, dan perbaikan sanitasi. Pendekatan terintegrasi ini diharapkan meningkatkan kualitas hidup generasi penerus desa".
***
Pidie Jaya, 17 November 2025, Gampong Paya Trenggadeng memperkuat komitmennya dalam percepatan penurunan stunting melalui Rembuk Stunting, forum strategis yang menyelaraskan perencanaan anggaran desa dengan aksi nyata di lapangan, melibatkan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.
Syeikhu Nazarullah, S.H., Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) sekaligus PIC Program Stunting dan EHDW Kabupaten Pidie Jaya, hadir memberikan pengarahan. Ia menekankan pentingnya landasan hukum dan kewajiban desa dalam mengalokasikan Dana Desa secara tepat sasaran untuk penanganan stunting. Ia menegaskan:
"Pengelolaan Dana Desa untuk program stunting harus berdasarkan kebutuhan nyata dan terukur. Kolaborasi antar unsur desa adalah kunci agar setiap rupiah tepat sasaran dan berdampak nyata."
Ibrahim, S.T., M.Pd., sesama TAPM yang bertindak sebagai PIC Info Media, menambahkan:
"Dokumentasi dan informasi yang akurat akan mempermudah evaluasi program dan menumbuhkan transparansi. Ini juga menjadi referensi penting bagi perencanaan di tahun-tahun berikutnya."
Kegiatan ini difasilitasi oleh Pujiana Abdullah, Pendamping Lokal Desa (PLD), yang memastikan diskusi berjalan tertib dan sesuai kebutuhan desa. Ia menyatakan:
"Peran pendamping lokal sangat strategis dalam menjembatani kebijakan dengan praktik lapangan. Rembuk ini tidak hanya merumuskan rencana, tetapi juga memastikan program stunting bisa diterapkan secara nyata dan terukur."
Dari sektor kesehatan, Ikafarahliana, Amd.Gz, Ahli Gizi Puskesmas Trenggaseng, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor:
"Mulai dari perencanaan anggaran, sosialisasi oleh kader, hingga pemantauan kesehatan balita, semua harus berjalan sinergis. Rembuk ini menjadi wadah yang tepat untuk menyatukan seluruh upaya tersebut."
Forum ini dihadiri perwakilan lintas sektor, meliputi Tenaga Gizi, Kader Posyandu, Bidan Desa, Perangkat Desa, Tuha Peut, serta undangan dari Kecamatan dan Kabupaten. Kehadiran semua pihak mencerminkan pendekatan yang terintegrasi dan komitmen bersama dalam penanganan stunting. Dian Salina, Ketua Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Paya Trenggadeng, menambahkan:
"Kami berhasil merumuskan rencana aksi dan prioritas alokasi anggaran tahun depan, sekaligus mengevaluasi program yang telah berjalan. Pendampingan TAPM dan fasilitasi pendamping lokal sangat membantu memperkuat perencanaan kami."
Dailami, Sekretaris Gampong Paya Kec. Trenggadeng, mewakili Kepala Desa, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini:
"Kami menyambut baik Rembuk Stunting sebagai forum yang memperkuat perencanaan dan sinergi semua pihak. Ini adalah langkah penting untuk menurunkan stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa."
Rembuk ini menjadi landasan penting bagi desa dalam menjalankan program prioritas, antara lain pemberian makanan tambahan untuk balita, pelatihan dan penguatan kader, serta perbaikan sanitasi dan lingkungan. Diharapkan, langkah terukur ini akan berdampak signifikan terhadap penurunan stunting dan peningkatan kualitas hidup generasi penerus Desa Paya Trenggadeng.
***
Oleh : Ibrahim, S.T., M.Pd., TAPM yang bertindak sebagai PIC Info Media.
Ed. Bustami, S.Pd.I
0 Komentar