Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pendamping Desa

Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Desa Tu Pidie Jaya Capai 80 Persen

Gambar
Tenaga Pendamping Profesional Kecamatan Pante Raja Monitoring Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Desa Tu Pidie Jaya – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Pante Raja melakukan kegiatan monitoring terhadap pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berlokasi di Desa Tu, Kecamatan Pante Raja, Kabupaten Pidie Jaya. Dalam kegiatan tersebut, Koordinator TPP Kecamatan Pante Raja meninjau secara langsung progres pembangunan gerai KDMP guna memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pembangunan gerai saat ini telah memasuki tahap akhir dengan capaian fisik diperkirakan mencapai 80 persen . Pembangunan Gerai KDMP Desa Tu telah mencapai progres fisik sekitar 80 persen dan memasuki tahap penyelesaian akhir. Koordinator TPP Kecamatan Pante Raja, Yudi Saputra, S.Sos , menyampaikan harapannya agar pembangunan gerai tersebut dapat segera diselesaikan sehingga dapat dimanfaatkan ole...

TAPM Kabupaten Pidie Jaya Koordinasi dengan DPMG terkait Pemulihan dan Transformasi Pasca Bencana

Gambar
TAPM Kabupaten Pidie Jaya Koordinasi dengan DPMG terkait Pemulihan dan Transformasi Pasca Bencana Pidie Jaya – Pada hari Rabu, 19 Mei 2026, bertempat di ruang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kabupaten Pidie Jaya, TAPM Kabupaten Pidie Jaya (Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Program P3MD Kementerian Desa) melakukan koordinasi dengan Kepala DPMG setempat terkait program Pemulihan dan Transformasi Pasca Bencana dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Kehadiran TAPM disambut hangat oleh Kepala DPMG Pidie Jaya, Saiful, S.Pd., M.Pd , di ruang kerjanya. Adapun personel TAPM yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah: Ibrahim Syamaun, ST., M.Pd — PIC Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehap Rekon) Syeikunazarullah, SH — PIC Sosial Budaya Koordinasi ini membahas tindak lanjut hasil Zoom Meeting terkait rencana Pemulihan dan Transformasi Pasca Bencana dari Kemendes PDT untuk tiga provinsi, s...

PP 43 Tahun 2014 dan Arsitektur Pendampingan Desa

Gambar
  Ketika Negara Tidak Lagi Mengatur Desa dari Jauh Di balik berbagai musyawarah desa, penyusunan RKP Desa, pembahasan APBDes, hingga pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, terdapat satu fondasi hukum yang bekerja secara sistemik namun sering luput dipahami masyarakat: Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014. Peraturan ini bukan sekadar aturan administratif biasa. Ia merupakan kerangka besar yang menerjemahkan semangat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 ke dalam tata kelola pemerintahan desa, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan sistem pendampingan desa di lapangan. “PP 43 Tahun 2014 adalah jembatan antara gagasan besar UU Desa dengan praktik nyata pembangunan desa.” Hingga hari ini, PP 43/2014 masih berlaku dan menjadi salah satu dasar hukum utama penyelenggaraan pemerintahan desa, meskipun telah mengalami perubahan melalui: PP Nomor 47 Tahun 2015 PP Nomor 11 Tahun 2019 Serta sebagian pengaturan terkait BUM Desa disempurnakan melalui: PP Nomor 11 Tahun 2021 Artinya, secara hu...

Pasal yang Diam-Diam Menentukan Arah Masa Depan Desa

Gambar
  Di tengah derasnya arus pembangunan desa, ada satu pertanyaan mendasar yang sering luput dibahas secara serius: mengapa negara menghadirkan Pendamping Desa? Apakah sekadar tenaga administratif? Pelengkap program? Atau sebenarnya bagian dari desain besar negara dalam menjaga transformasi desa? Jawabannya tersembunyi dalam satu pasal yang sangat penting dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yaitu Pasal 112 ayat (4) . Pasal ini bukan sekadar kalimat normatif. Ia adalah fondasi hukum yang menjelaskan bahwa pembangunan desa tidak boleh berjalan sendiri tanpa proses pendampingan yang terstruktur. Bunyi substansinya menegaskan bahwa: “Pemberdayaan masyarakat Desa dilaksanakan dengan pendampingan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan pembangunan Desa dan kawasan perdesaan.” Kalimat ini terlihat sederhana. Namun jika dibedah lebih dalam, pasal tersebut sesungguhnya mengandung paradigma besar tentang bagaimana negara memandang desa. Desa Bukan Objek, Tetapi Subjek P...

Menanam Benih Kemandirian dari Pinggir Negeri

Gambar
Catatan tentang Desa, Musyawarah, dan Harapan yang Tidak Dijual ke Kota Di tengah hiruk-pikuk pembangunan nasional yang sering diukur dari angka investasi, pertumbuhan statistik, dan deretan megaproyek, ada satu ruang sunyi yang kerap luput dari perhatian: desa. Padahal dari ruang sunyi itulah republik ini pertama kali belajar tentang solidaritas, tentang kerja bersama, dan tentang ekonomi yang tidak seluruhnya tunduk pada logika pasar. Di sanalah saya melihat sesuatu yang berbeda sedang tumbuh di Desa Sukamaju Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Bukan gedung tinggi. Bukan proyek mercusuar. Bukan pula seremoni pembangunan yang sibuk mengejar kamera. Yang tumbuh di sana adalah keyakinan. Keyakinan bahwa masyarakat desa masih bisa berdiri di atas kaki sendiri. Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih mungkin tampak sederhana di mata sebagian orang. Hanya bangunan kecil di sudut desa. Dinding semen. Atap seng. Aktivitas warga yang tampak biasa-b...

TAPM Kabupaten Pidie Jaya Gelar Rakor dengan Pendamping Desa, Tekankan Pentingnya Pelaporan dan Pengisian Daily Report

Gambar
Pidie Jaya — Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten menggelar rapat koordinasi bersama para pendamping desa se-Kabupaten Pidie Jaya pada Rabu, 6 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung secara luring di Aula Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Desa setempat, serta dihadiri oleh seluruh Koordinator Kecamatan, pendamping desa, dan jajaran TAPM Kabupaten Pidie Jaya. Dalam rapat koordinasi tersebut, Koordinator Kabupaten Pidie Jaya, Sukri , menyampaikan sejumlah hal penting yang harus menjadi perhatian seluruh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) di wilayah Kabupaten Pidie Jaya. Ia menegaskan bahwa setiap TPP wajib melaporkan seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan tugas dan arahan dari Person In Charge (PIC) masing-masing. “Setiap TPP wajib melaporkan kegiatan masing-masing sesuai dengan tugas yang telah disampaikan oleh PIC terkait. Selain itu, Daily Report Pendamping (DRP) harus selalu diperhatikan dan diisi setiap selesai melaksanakan kegia...

TAPM Instruksikan Review Desain Sebelum Lanjutkan Pekerjaan Fisik DD di Gampong Reusep

Gambar
PIDIE JAYA (24 November 2024)  – Pelaksanaan fisik kegiatan Dana Desa (DD) di Gampong Reusep , Kecamatan Trenggadeng, mendapat perhatian khusus dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Pidie Jaya, Ibrahim, S.T., M.Pd. Dalam kunjungan monitoring, Ibrahim , yang didampingi oleh Pendamping Desa (PD) Jausan dan Pendamping Lokal Desa (PLD) Nazariau , menginstruksikan agar Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) melakukan review desain jika menemui hambatan di lapangan. Arahan ini diberikan untuk memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan tidak hanya mengejar target fisik, tetapi juga kualitas , efisiensi anggaran , dan kesesuaian dengan kebutuhan riil . Pernyataan Penting TAPM Bapak Ibrahim 1. Penegasan Utama "Prinsip utamanya adalah pelaksanaan harus tetap mengacu pada RAB dan Desain yang telah disahkan. Namun, kami menyadari bahwa kondisi di lapangan bisa saja berbeda dengan rencana di atas kertas. Oleh karena itu, jika TPK menemui potensi masalah ...

Gampong Tanoh Mirah Gelar Rembuk Stunting untuk Percepatan Penanganan

Gambar
" Rembuk Stunting Gampong Tanoh Mirah pada 17 November 2025 menjadi forum kolaboratif untuk mempercepat penanganan stunting melalui evaluasi dan finalisasi rencana aksi desa. Melibatkan pemerintah gampong, narasumber kabupaten, pendamping desa, serta masyarakat, kegiatan ini menegaskan pentingnya intervensi tepat sasaran pada kelompok 1000–1500 HPK, remaja putri, dan calon pengantin. Forum ini menghasilkan rekomendasi aplikatif guna memperkuat upaya penurunan stunting di tingkat komunitas". *** TANOH MIRAH , 17 November 2025 – Pemerintah Gampong Tanoh Mirah berkomitmen mempercepat penanganan stunting melalui Rembuk Stunting yang digelar pada 17 November 2025. Kegiatan yang difasilitasi pemerintah desa ini bertujuan mengevaluasi dan memfinalisasi rencana aksi penurunan prevalensi stunting di tingkat komunitas. Menurut laporan dari Ibrahim, ST., M.Pd. , selaku TAPM Kabupaten PIC Info Media, acara ini menjadi momentum penting bagi penguatan strategi penanganan stun...

Pendamping Desa Disuguhi Durian, Bukti Kehangatan Warga Blang Baro terhadap Program Ketahanan Pangan

Gambar
Blang Baro, 17 November 2025  – Dedikasi para pendamping desa dalam mendampingi program ketahanan pangan di Desa Blang Baro, Kecamatan Bandar Baru, mendapat apresiasi istimewa dari masyarakat. Dalam kunjungan pemantauan terbaru, para pendamping,  Amiruddin (Pendamping Lokal Desa) serta Abdurrahman dan Isnaini (Pendamping Desa Kecamatan), disuguhi buah durian oleh warga sebagai bentuk terima kasih dan penghargaan. Suguhan tersebut menggambarkan kehangatan dan rasa syukur masyarakat yang merasakan manfaat langsung dari pendampingan. Ketiga pendamping ini dinilai aktif serta berperan besar dalam membantu pemerintahan desa dan kelompok tani, terutama dalam pengembangan usaha pertanian yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan. Salah seorang warga menyampaikan apresiasinya, “Kami sangat terbantu dengan kehadiran Bapak Amiruddin, Abdurrahman, dan Isnaini. Mereka tidak hanya memberi teori, tetapi juga turun langsung ke sawah dan kebun untuk menda...

Menteri Desa Diharapkan Kunjungi Desa Wisata di Pidie Jaya

Gambar
Menteri Desa Diharapkan Kunjungi Desa Wisata di Pidie Jaya  PIDIE JAYA – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Pidie Jaya berharap Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) suatu saat dapat berkunjung ke daerah tersebut.  Harapan ini disampaikan menyusul kehadiran menteri dalam festival serupa di daerah lain. Seperti diketahui, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, baru-baru ini hadir dalam Festival Kampung Adat Cikondang. Dalam kunjungannya, menteri mendorong pengembangan desa wisata dan lumbung pangan sebagai strategi untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberantas kemiskinan. Melihat potensi yang sama, perwakilan TPP Pidie Jaya menyatakan optimismenya. “Pijay (Pidie Jaya) memiliki banyak kawasan wisata. Kami berharap suatu saat nanti Kemendes PDTT dapat menetapkan salah satu desa wisata di Pidie Jaya sebagai program khusus,” ujar Ibrahim, S.T., M.Pd., selaku PIC Informasi Media TAPM TPP Pidie Jaya...

TPP Kabupaten Pidie Jaya Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-51 kepada Menteri Desa PDTT Yandri

Gambar
TPP Kabupaten Pidie Jaya Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-51 kepada Menteri Desa PDTT Yandri PIDIE JAYA – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-51 Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri , pada 7 November 2025, seluruh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Pidie Jaya menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik secara bersama-sama. Ucapan tersebut disampaikan melalui grup koordinasi TPP serta diiringi dengan pembuatan video singkat berisi pesan dan harapan dari para pendamping desa yang bertugas di berbagai kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya. Dalam video itu, para pendamping menyampaikan doa agar Bapak Menteri selalu dalam lindungan Allah SWT, diberikan kesehatan, kebijaksanaan, dan kekuatan dalam mengemban amanah besar membangun desa-desa di seluruh pelosok negeri. Salah satu pesan yang disampaikan dalam video ucapan tersebut berbunyi, “Selamat ulang tahun yang ke-51, Bapak Menteri Yandri. Semoga panjang umur, pen...

Pj Sekda Bengkulu: Pendamping Desa Harus Jadi Penggerak dan Sumber Inspirasi Masyarakat

Gambar
Pj Sekda Bengkulu: Pendamping Desa Harus Jadi Penggerak dan Sumber Inspirasi Masyarakat Bengkulu, 21 Oktober 2025  - Semangat Hari Bhakti Pendamping Desa Tahun 2025 menggema di Lapangan Balai Raya Semarak, Bengkulu. Ratusan Pendamping Desa, Tenaga Ahli, serta perwakilan dari berbagai kabupaten hadir dalam suasana yang penuh makna, bukan sekadar memperingati sebuah hari, tetapi merayakan dedikasi dan keteguhan langkah mereka membangun Indonesia dari pinggiran. Dalam momentum tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni , menyampaikan pesan yang kuat dan penuh makna. Ia mengingatkan bahwa Pendamping Desa adalah ujung tombak perubahan sosial, bukan sekadar pelaksana administratif. “Pendamping Desa adalah penggerak di lapangan, bukan sekadar mencatat laporan atau menyusun dokumen kegiatan,” ujarnya. “Mereka harus menjadi jembatan pengetahuan dan inovasi bagi masyarakat.” Lebih jauh, Herwan menegaskan bahwa kekuatan sebuah bangsa bert...