Postingan

Menampilkan postingan dengan label Desa Mandiri

Menanam Benih Kemandirian dari Pinggir Negeri

Gambar
Catatan tentang Desa, Musyawarah, dan Harapan yang Tidak Dijual ke Kota Di tengah hiruk-pikuk pembangunan nasional yang sering diukur dari angka investasi, pertumbuhan statistik, dan deretan megaproyek, ada satu ruang sunyi yang kerap luput dari perhatian: desa. Padahal dari ruang sunyi itulah republik ini pertama kali belajar tentang solidaritas, tentang kerja bersama, dan tentang ekonomi yang tidak seluruhnya tunduk pada logika pasar. Di sanalah saya melihat sesuatu yang berbeda sedang tumbuh di Desa Sukamaju Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Bukan gedung tinggi. Bukan proyek mercusuar. Bukan pula seremoni pembangunan yang sibuk mengejar kamera. Yang tumbuh di sana adalah keyakinan. Keyakinan bahwa masyarakat desa masih bisa berdiri di atas kaki sendiri. Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih mungkin tampak sederhana di mata sebagian orang. Hanya bangunan kecil di sudut desa. Dinding semen. Atap seng. Aktivitas warga yang tampak biasa-b...

Selamat Ulang Tahun ke-51 Bapak Yandri Susanto, Dari Desa, Kembali ke Desa

Gambar
Hari ini, 7 November 2025 , adalah hari istimewa bagi Bpk.  Yandri Susanto , Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Tepat di usianya yang ke-51, Bapak Yandri bukan hanya merayakan bertambahnya umur, tapi juga menapaki perjalanan panjang pengabdian yang ia mulai dari tanah kelahirannya di Palak Siring, Bengkulu,  sebuah desa yang membentuk jiwanya hingga seperti sekarang. Dibesarkan dalam keluarga sederhana, Bapak Yandri belajar tentang arti kerja keras dan ketulusan sejak kecil. Dari peternakan, sawah, hingga jalan berlumpur di kampung halamannya, ia memahami betul kehidupan rakyat kecil. Maka tak heran, ketika dipercaya menjadi Menteri Desa , ia seolah pulang ke panggilan hidupnya, mengabdi untuk desa dan orang-orang yang tumbuh di tanah yang sama dengannya. Dari Aktivis ke Pemimpin Bapak Yandri bukanlah sosok yang instan. Ia tumbuh dari dunia aktivisme dan organisasi kepemudaan seperti KNPI , lalu meniti karier di Partai Amanat Nasional . Sejak tahun 20...

Cahaya Putih dari Jangka Buya: Ucapan Selamat untuk Para Keuchik Penjaga Nur Gampong

Gambar
Cahaya Putih dari Jangka Buya: Ucapan Selamat untuk Para Keuchik Penjaga Nur Gampong Pagi itu, 23 Oktober 2025, cahaya menembus lembut jendela aula antor Bupati Pidie Jaya di Meureudu. Lantai yang mengilap memantulkan langkah-langkah penuh arti dari 14 (empat belas) sosok berseragam putih. Di dada mereka tergantung tanda jabatan, kecil bentuknya, namun berat maknanya, sebab di balik setiap medali tersimpan doa ribuan warga Gampong dalam Kecamatan Jangka Buya yang menitipkan nasib dan harapan. Di tengah mereka berdiri Camat Jangka Buya, Bapak Nasruddin, S.E. , wajahnya teduh, tangannya menyatu di depan dada, seolah tengah mengirimkan restu. Di belakang, spanduk biru bertuliskan “Pelantikan Keuchik Terpilih Kabupaten Pidie Jaya Periode 2025–2031” membingkai momen itu dengan kebanggaan yang sederhana, tapi dalam. Foto ini, sekilas mungkin tampak biasa. Namun bagi yang paham makna pemerintahan Gampong, ia adalah potret paling luhur dari demokrasi yang paling dekat dengan raky...