Gampong Tanoh Mirah Gelar Rembuk Stunting untuk Percepatan Penanganan

" Rembuk Stunting Gampong Tanoh Mirah pada 17 November 2025 menjadi forum kolaboratif untuk mempercepat penanganan stunting melalui evaluasi dan finalisasi rencana aksi desa. Melibatkan pemerintah gampong, narasumber kabupaten, pendamping desa, serta masyarakat, kegiatan ini menegaskan pentingnya intervensi tepat sasaran pada kelompok 1000–1500 HPK, remaja putri, dan calon pengantin. Forum ini menghasilkan rekomendasi aplikatif guna memperkuat upaya penurunan stunting di tingkat komunitas".

***

TANOH MIRAH, 17 November 2025 – Pemerintah Gampong Tanoh Mirah berkomitmen mempercepat penanganan stunting melalui Rembuk Stunting yang digelar pada 17 November 2025.

Kegiatan yang difasilitasi pemerintah desa ini bertujuan mengevaluasi dan memfinalisasi rencana aksi penurunan prevalensi stunting di tingkat komunitas. Menurut laporan dari Ibrahim, ST., M.Pd., selaku TAPM Kabupaten PIC Info Media, acara ini menjadi momentum penting bagi penguatan strategi penanganan stunting.

Geusyik Gampong Tanoh Mirah, Asnawi, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi multipihak. Ia menyampaikan, 

“Rembuk stunting tahunan ini adalah wujud komitmen kami untuk menyinergikan seluruh potensi desa, dari pemerintah, kader, hingga keluarga, guna memastikan anak-anak kita terbebas dari stunting.”

Forum strategis tersebut menghadirkan pemateri dari jajaran pemerintah kabupaten untuk memberikan pembaruan regulasi dan strategi teknis. Turut hadir memberikan materi adalah Syeiku Nazarullah, S.H., selaku PIC Stunting dan EHDW Kabupaten.

Kehadiran narasumber kabupaten ini turut didampingi oleh Pendamping Desa Kecamatan, Abdurrahman, S.T., serta Pendamping Lokal Desa (PLD), Bukhari.

Dalam paparannya, Syeiku Nazarullah menyoroti pentingnya intervensi yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Ia menegaskan,

“Hasil rembuk ini diharapkan dapat menterjemahkan kebijakan pusat menjadi aksi nyata di tingkat desa, dengan fokus pada kelompok kritis 1000 HPK, 1500 HPK, remaja putri, dan calon pengantin.”

Sementara itu, peran Pendamping Lokal Desa (PLD), Bukhari, disebutkan krusial dalam memastikan seluruh rangkaian acara dan diskusi kelompok berjalan tertib, lancar, dan menghasilkan rekomendasi yang aplikatif.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perangkat desa, kader PKK dan Posyandu, tokoh agama, serta perwakilan masyarakat, mencerminkan upaya kolektif Gampong Tanoh Mirah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak secara optimal.

(Laporan: Ibrahim, ST., M.Pd. / TAPM Kabupaten PIC Info Media)

Ed. Bustami, S.Pd.I

Posting Komentar

2 Komentar