Panen Jagung Desa Reuseb: Pendamping Lokal dan Pendamping Desa Ikut Bangga
Panen Jagung Desa Reuseb: Pendamping Lokal dan Pendamping Desa Ikut Bangga
Trienggadeng – Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti kegiatan panen jagung perdana di lahan seluas 1,3 hektare milik Desa Reuseb, Kecamatan Trienggadeng. Momen ini tidak sekadar menjadi agenda panen biasa, tetapi juga simbol keberhasilan kerja kolektif masyarakat desa dalam mengelola potensi pangan lokal secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Di sela-sela kegiatan panen yang berlangsung meriah, Pendamping Lokal Desa (PLD) Nazariah, didampingi Pendamping Desa Fitri Handayani, Nelly Safrina, serta Tenaga Ahli Pendamping Masyarakat (TAPM) Kabupaten, menyampaikan rasa bangganya atas capaian yang diraih masyarakat Desa Reuseb.
“Kami sangat berbahagia melihat ibu-ibu bisa panen jagung hari ini. Tentu ini adalah hasil kerja keras dan ketelatenan anggota masyarakat Desa Reuseb yang memanfaatkan BUMG Cot Ukam sebagai lembaga keuangan di desa. BUMG terbukti mampu membantu mereka dalam melaksanakan berbagai program menunjang ekonomi desa, khususnya di sektor ketahanan pangan,”
ujar Nazariah dengan penuh semangat di lokasi panen.
Menurut Nazariah, keterlibatan aktif kelompok perempuan desa dalam pengelolaan lahan jagung menjadi indikator penting bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis BUMG bukan sekadar konsep administratif, melainkan telah menjelma menjadi praktik nyata yang memberikan dampak ekonomi langsung. Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa ketika kelembagaan ekonomi desa bekerja secara fungsional, maka produktivitas masyarakat dapat meningkat secara signifikan.
Pendamping Desa, Fitri Handayani, menegaskan bahwa konsistensi pendampingan dari level desa hingga kabupaten menjadi faktor penentu keberhasilan program ini. Tanpa sinergi yang berlapis, menurutnya, transformasi ekonomi berbasis desa akan sulit mencapai hasil yang optimal.
“Kami dari pendamping desa dan TAPM kabupaten terus mendorong agar desa-desa lain dapat mencontoh Reuseb dalam mengalokasikan Dana Desa untuk ketahanan pangan, sekaligus memperkuat kelembagaan ekonomi desa,”
kata Fitri.
Sementara itu, Ketua BUMG Cot Ukam, Bukhari, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan berkelanjutan dari para pendamping yang selama ini mendampingi proses penguatan kelembagaan ekonomi desa.
“Kami tidak sendirian. Berkat pendampingan yang terus menerus, kami bisa mengelola dana desa dengan baik, memberdayakan petani, dan kini menuai hasilnya,”
ujarnya.
Kegiatan panen jagung ini menjadi penanda penting bagi Desa Reuseb dalam perjalanan menuju kemandirian pangan. Lebih dari sekadar hasil pertanian, panen ini merepresentasikan tumbuhnya ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri melalui peran aktif BUMG Cot Ukam, serta kolaborasi erat antara masyarakat, perangkat desa, dan para pendamping.
Di titik ini, Reuseb tidak hanya sedang memanen jagung, tetapi juga sedang memanen kepercayaan, kerja kolektif, dan harapan baru tentang masa depan ekonomi desa yang lebih berdaulat.
***
Nazariah - PLD Dalam Kec. Trienggadeng
Komentar
Posting Komentar