Idul Adha dan Desa yang Masih Menjaga Hati Manusia
Oleh : Bustami, S.Pd.I | - Pendamping Desa Kecamatan Jangka Buya Ada sesuatu yang perlahan hilang dari kehidupan modern: kedekatan antarmanusia. Kota-kota tumbuh dengan gedung yang menjulang, jalan yang semakin padat, teknologi yang semakin canggih, tetapi pada saat yang sama, hubungan sosial justru kian renggang. Orang hidup berdampingan tanpa benar-benar saling mengenal. Kita bertukar pesan setiap hari, namun semakin jarang bertukar kepedulian. Di tengah arus perubahan seperti itu, desa tetap menyimpan sesuatu yang tak mudah ditemukan di banyak ruang lain: kehangatan sosial yang masih hidup. Dan setiap Idul Adha datang, denyut kemanusiaan itu seperti menemukan momentumnya kembali. “Desa bukan hanya ruang geografis, melainkan ruang batin tempat manusia masih diperlakukan sebagai manusia.” Pagi hari di desa saat Idul Adha selalu memiliki suasana yang khas. Udara belum sepenuhnya panas. Orang-orang mulai berdatangan ke meunasah atau halaman masjid dengan pa...