Pendamping Profesional TPP Pidie Jaya Selesaikan Pemutakhiran Data 222 Gampong, Ibrahim Syamaun Apresiasi Kerja PLD dan PD
PIDIE JAYA – Sebanyak 60 tenaga pendamping profesional (TPP) Kabupaten Pidie Jaya yang terdiri dari 39 Pendamping Lokal Desa (PLD), 16 Pendamping Desa (PD), dan 5 Tenaga Ahli berhasil menyelesaikan kegiatan pemutakhiran data kondisi desa terdampak bencana hidrologi yang melanda wilayah Sumatera pada akhir November 2025.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menyasar sebanyak 222 kampung di seluruh wilayah Kabupaten Pidie Jaya.
Pendataan difokuskan pada enam sektor sarana dan prasarana (sarpras) prioritas Kementerian Desa, yakni layanan pasar desa, sanitasi desa, jaringan air bersih, jalan desa, jembatan desa, serta layanan pendidikan dasar. Seluruh hasil pendataan kemudian dilaporkan melalui Google Spreadsheet dan Google Form yang telah disediakan oleh Kementerian Desa.
“Pemutakhiran data ini menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi riil desa terdampak bencana dapat terpetakan secara akurat sebagai dasar penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana,”
Kegiatan tersebut dikendalikan langsung oleh penanggung jawab pemanfaatan Dana Desa, Ibrahim Syamaun, S.T., M.Pd. Setelah seluruh proses pendataan selesai dilaksanakan, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pendamping desa yang telah bekerja penuh dedikasi.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada teman-teman Pendamping Lokal Desa (PLD) dan Pendamping Desa (PD) yang telah secara antusias dan bertanggung jawab melaksanakan kegiatan ini tanpa mengenal hari libur.”
“Terima kasih juga karena telah melaporkan seluruh hasil pendataan ke dalam Google Form dengan data yang akurat dan benar. Ini adalah bentuk kerja keras, kerja tuntas, dan semangat luar biasa yang patut diapresiasi bersama.”
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan kemudahan bagi kita semua dalam mengabdi untuk masyarakat desa,” ujar Ibrahim Syamaun.
Laporan hasil pemutakhiran data tersebut nantinya akan menjadi acuan bagi Gus Metri Dess untuk disampaikan kepada Bappenas dalam rangka pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehap rekon) pasca bencana hidrologi.
“Dengan data yang akurat dari seluruh kampung, diharapkan intervensi pemulihan layanan dasar di enam sektor sarpras dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat desa terdampak.”
Semangat kolaborasi antara tenaga pendamping profesional dan pemerintah desa ini menjadi bukti nyata bahwa desa memiliki peran strategis dalam mempercepat proses pemulihan pasca bencana melalui data yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
***
Ibrahim Syamaun, ST, M.Pd
Komentar
Posting Komentar