Muhammad Isa: Dari Lorong Kampus ke Lorong Gampong : Realisme, Logika, dan Cahaya Ilmu dari Ayat dan Hadis
Catatan seorang Sahabat : Bustami, S.Pd.I Di antara hiruk-pikuk politik lokal dan gelombang demokrasi desa yang kadang mengguncang ketenangan masyarakat, muncul sosok yang tetap teduh dan penuh makna: Muhammad Isa , Keuchik Gampong Lancok, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya . Ia baru saja memenangkan kontestasi Pilchiksung 2025–2031 dengan selisih hanya empat suara, sebuah angka kecil yang sarat makna besar. Namun, di balik angka itu, tersimpan kisah panjang tentang intelektualitas, kebijaksanaan, dan kematangan spiritual seorang alumni Tadris Bahasa Arab (TBA) IAIN Ar-Raniry Banda Aceh , yang sejak masa mahasiswa sudah menunjukkan kedewasaan berpikir di atas rata-rata. 1. Sosok yang Hidup Bersama Ayat dan Hadis Bagi kami, teman-teman kuliahnya dulu di IAIN Ar-Raniry , Muhammad Isa bukan sekadar mahasiswa Tadris Bahasa Arab yang cerdas. Ia adalah pribadi yang Humble, hidup bersama ayat dan hadis , bukan hanya mengutipnya di bibir, tetapi menghayatinya...