Solidaritas TPP Peduli, Salurkan Bantuan Rp 170 Juta untuk Pendamping Terdampak Banjir Aceh


Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Provinsi Aceh menyalurkan bantuan sosial senilai Rp 170 juta kepada rekan-rekan pendamping yang terdampak musibah banjir hidrologi akhir November 2025. Bantuan yang terkumpul dari aksi solidaritas "TPP Peduli" se-Indonesia dan titik-titik koordinasi di Aceh ini dibagikan kepada pendamping di 18 kabupaten/kota.

Bencana banjir yang melanda Aceh pada akhir November 2025 tidak hanya menyisakan duka bagi masyarakat, tetapi juga berdampak pada para pendamping lapangan yang selama ini menjadi ujung tombak program pemberdayaan. Merespons hal ini, komunitas TPP di seluruh Indonesia dan di Aceh bergerak cepat menggalang dana solidaritas.

Berkat kepedulian dan gotong royong tersebut, terkumpul dana sebesar Rp 170 juta. Dana tersebut kemudian didistribusikan kepada pendamping yang rumah atau keluarganya terkena dampak banjir, dengan kategori dampak berat, sedang, dan ringan.

Salah satu penerima bantuan, Jamaliah, yang berprofesi sebagai Pendamping Lokal Desa di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam.
"Atas nama pribadi dan keluarga, saya mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada semua pihak, khususnya Koordinator Provinsi dan teman-teman di Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) provinsi, serta koordinator kabupaten/kota. Mereka telah berdiri di depan untuk penggalangan dana solidaritas ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami," ucap Jamaliah.

Koordinator TPP Provinsi Aceh menekankan bahwa esensi bantuan ini bukanlah pada besaran nominal, tetapi pada nilai kepedulian dan solidaritas yang luar biasa.
"Semangat saling peduli inilah yang selalu kami jadikan motivasi. Sebagai insan pemberdayaan, di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi, kami harus selalu berkoordinasi, bersatu, dan peka terhadap kondisi sosial sesama. Ke depan, semangat kebersamaan ini akan terus kami rawat dalam setiap pelaksanaan tugas," jelasnya.

Distribusi bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan yang dialami. Sebagai contoh, Kabupaten Pidie Jaya menerima kuota untuk 27 orang pendamping dengan variasi kategori dampak. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban dan mempercepat pemulihan kondisi para pendamping, sehingga mereka dapat kembali optimal menjalankan peran pendampingannya di masyarakat.

Aksi TPP Peduli ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kekeluargaan dan solidaritas antar-insan pemberdayaan tetap kuat, melebihi batas-batas wilayah administratif. Bantuan ini tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga penguat moral bagi para pendamping di lapangan untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat Aceh. 

*** (Ibrahim Syamaun - TA Kabupaten Pidie Jaya)

Ed. Bustami, S.Pd.I

Posting Komentar

0 Komentar